SEJARAH

STIMART AMNI

SEJARAH STIMART AMNI

Mengawali tulisan ini dikisahkan bahwa pada tahun 1963 di Semarang telah berdiri Akademi Ilmu Maritim (AIM) yang kampusnya bertempat di STM Perkapalan yang berada di wilayah Peterongan Semarang. AIM memulai aktivitasnya ditandai dengan kuliah perdana pada tanggal 5 Januari 1963 diikuti sejumlah 73 orang taruna terdiri dari 68 orang pria dan 5 orang wanita, diantara mereka sebagian besar sudah bekerja di berbagai perusahaan dan instansi serta ada juga yang dari ABRI.

Namun masa perkuliahan yang berlangsung pada sore hari tidak berjalan sebagaimana mestinya, pada jam-jam kuliah sering kosong dikarenakan dosen tidak datang. Direktur AIM tidak dapat memberikan penjelasan, disamping itu juga tidak dapat memberikan jaminan kelangsungan perkuliahan.

Para taruna sangat kecewa, yang kemudian berkumpul membicarakan tentang nasib mereka. Kesimpulan rapat menyatakan bahwa Direktur AIM tidak bertanggung jawab atas kelangsungan perkuliahan. Oleh karena itu mereka semua sepakat bulat meninggalkan bangku kuliah. Namun didorong oleh kesadaran bahwa Indonesia dikenal sebagai negara maritim dimana nenek moyangnya sebagai pelaut yang terkenal dimasa lalu, pasti sangat membutuhkan tenaga professional, untuk itu mereka berusaha agar tetap bisa melanjutkan kuliah guna memperoleh ilmu pengetahuan di bidang maritim,

Untuk merealisasikan keinginan itu, dengan dipelopori oleh Soendoro, Fauzan Hamidhy, Banu Santosa, Letu (CIAD) Syahbudin, Subadi Slamet Riyoto, Soedjono, Santo, Soegianto, dan J.Soeratmo , mereka berusaha menghubungi tokoh masyarakat yang dipandang mampu memberikan petunjuk dan dapat membuka jalan sehingga keinginannya dapat terwujud. Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya pilihan jatuh kepada Bp. Hadi Soebeno Sosrowerdoyo seorang tokoh yang berwawasan luas dan terkenal di seluruh Indonesia.

Dari audiensi tersebut, beliau dapat memahami permasalahan serta maksud dan tujuan yang disampaikan, serta menghargai keinginan mereka itu sebagai sebuah cita-cita mulia demi kejayaan Indonesia sebagai bangsa bahari. Oleh karena itu beliau segera memanggil Ketua Yayasan Pendidikan Marhaenis yang berada dibawah asuhannya untuk meminjamkan sebagian ruang kelas SMP Pancasila yang berada di komplek Panti Marhaen di Jl. Majapahit no.24 untuk digunakan sebagai ruang kuliah. Beliau juga menyarankan agar para taruna yang menghadap segera menghubungi para dosen sehingga perkuliahan segera dapat berlangsung.

Bp. Hadi Soebeno Sastrowerdoyo juga mengumpulkan beberapa tokoh masyarakat di bidang pendidikan serta beberapa orang kepercayaannya untuk bersama-sama mencari jalan keluar dalam membantu para taruna agar dapat tetap melanjutkan kuliahnya. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bahwa jalan keluar yang ditempuh harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana sebuah lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dapat di dirikan melalui sebuah badan hukum yang berbentuk Yayasan. Dengan pemahaman tersebut akhirnya disepakati untuk mendirikan yayasan yang bergerak didunia pendidikan khususnya di bidang maritim dan kemudian diberi nama Yayasan Pendidikan Maritim, sedangkan lembaga pendidikannya merupakan jenjang pendidikan tinggi diberi nama Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI).

Yayasan Pendidikan Maritim disahkan melalui Notaris RM.Soeprapto dengan Akte No.10 tertanggal 3 Agustus 1963 dengan susunan pengurus Slamet Rahardjo MA sebagai Ketua Yayasan dibantu oleh Soedamar sebagai Wakil Ketua, Soedjono sebagai Sekretaris, Soehadi sebagai Bendahara I dan Singgih Sastrohamidjojo sebagai Bendahara II, serta Kambyah BSc sebagai pembantu. Kemudian Yayasan Pendidikan Maritim mengajukan permohonan izin pendirian AMNI ke Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta. Dengan keluarnya izin tersebut maka AMNI merupakan lembaga pendidikan yang sah dan berhak melaksanakan pendidikan khusus di bidang maritim, yang pada waktu itu yang dibuka baru jurusan Tatalaksana Pelayaran Niaga.

AMNI dipimpin oleh Drs.Toeloes Soedarjo sebagai Direktur, didampingi para praktisi bidang pendidikan dan bidang maritim yang menyambut dengan antusias berdirinya lembaga pendidikan tinggi di bidang maritim dan sanggup menjadi dosen antara lain : Mr.Karmani, Untung Soedjadi SH, Ny.Untung Soedjadi SH, Drs. Na Pik Tiong, Herdjan Djeroni, Timboel Soeparman, Djoko Prawoto. Untuk menunjang kelancaran perkuliahan, manajemen menunjuk Ismoe Soedarjo sebagai Kepala Tata Usaha dibantu Soedarmodjo. Kuliah perdana dilakukan pada tanggal 9 September 1963, yang selanjutnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi AMNI Semarang.

Didalam perjalanannya yang penuh dinamika dalam mempertahankan eksistensinya, Yayasan Pendidikan Maritim mengalami beberapa kali perubahan sebagai berikut :

  1. Yang pertama pada tanggal 21 Januari 1964 atas prakarsa Drs.Toeloes Soedarjo dan R.Hartono Soeryapoetro SH, dilakukan perubahan menjadi Yayasan Pembina AMNI disingkat YP AMNI dengan Akte Perubahan No.60 dari Notaris RM.Soeprapto, adapun susunan pengurus terdiri dari Ny.Moesriah sebagai Ketua I; Tn.Oemaryanto sebagai Ketua II; Drs.Toeloes Soedaryo sebagai Ketua III; Sekretaris R.Hartono Soerjopoetro SH sebagai Sekretaris; dan Ny.Soemarni sebagai Bendahara.
  2. Pada tanggal 17 Juni 1977, melalui Akte Notaris Gondodiwirjo No.16 JP-AMNI berubah nama menjadi Yayasan Pembina Kemaritiman Indonesia disingkat Yasbinmar dengan susunan pengurus : Ketua H. Mayjen Moenadi (Gubernur Jawa Tengah); Wakil Ketua Drs. R. Hartono Soerjapoetro; Sekretaris Aboe Syarifin; Bendahara Soehoed; anggota: Drs. R. Soewardi; Drs. Djoko Dwi Anggono dan Djoko Prawoto BA.
  3. Kemudian pada tanggal 11 April 1980, dengan Akte Notaris Gondiwirjo No 22, dilakukan perubahan pengurus Yasbinmar dengan susunan pengurus : Ketua Mayjen H Moenadi; Wakil Ketua RM. Soedarsono; Sekretaris Aboe Syarifin; Bendahara Soehoed; anggota: Drs.R.Hartono Soerjapoetro SH, Drs.R.Soewardi, dan Soendoro BSc.
  4. Pada tanggal 7 September 1981 dengan Akte Notaris Gondodiwirjo No.11 terjadi penyerahan estafet kepemimpinan kepengurusan Yasbinmar dari Majen H. Moenadi kepada alumni AMNI dengan susunan pengurus; Ketua diserahkan kepada Soendoro BSc; Wakil Ketua RM.Soedarsono; Sekretaris Sriyono BA; Bendahara E. Soeprapto BA; Wakil Bendahara Karsidi Budi Anggoro BA; sedangkan anggota : Aboe Syarifin; M. Djoened Yus; St. Oey Yong Kwan; dan Drs. R. Hartono Soerjopoetro SH.
  5. Pada tanggal 30 Nopember 1983, terjadi perubahan pengurus Yasbinmar melalui Akte Notaris Sri Hadini Soedjoko No.59 dengan susunan; Ketua Soendoro BA, BSc; Wakil Ketua Edy Soeprapto BA; Sekretaris Sriyono; Wakil Sekretaris Drs.Fauzan Hamidy; Bendahara Karsidi Budi Anggoro BA, sedangkan anggota terdiri dari; Soejanto BA; Waloejo BA, dan Drs.R.Hartono Soerjopoetro SH.
  6. Pada tanggal 2 Maret 1993 dengan Akte Notaris Sri Hadini Soedjoko No.8, dilakukan perubahan pengurus dengan susunan; Ketua Soendoro BA BSc; Wakil Ketua Edy Soeprapto BA; Sekretaris Sriyono BA; Wakil Sekretaris Drs.Agus Adji Samekto; Bendahara Soejanto BA;, dengan anggota Drs. R. Hartono Soerjopoetro SH; Banu Santosa BA, dan Waloejo BA.
  7. Pada tanggal 1 Oktober 1998 melalui Akte Notaris Diana Amalia SH, dilakukan perubahan pengurus dengan susunan; Ketua H. Soendoro BA, BSc; Wakil Ketua H. Edy Soeprapto BA; Sekretaris Banu Santosa BA; Bendahara Soejanto S.Sos, dengan anggota; Drs.Kadar Soeratno; Drs Agus Adji Samekto MM, dan Teguh Rahardjo BA
  8. Pada tanggal 6 Desember 1999, melalui Akte Noteris B.I.P Suhendro SH dilakukan perubahan pengurus Yasbinmar dengan susunan; Ketua H. Soendoro BA, BSc; Wakil Ketua H. Edy Soeprapto BA; Sekretaris Teguh Rahadjo BA; Bendahara Soejanto SSos, dengan anggota; Drs.R.Hartono Soerjopoetro SH; H.Banu Santosa BA; Drs Kadar Soeratno, St.Oei Yong Kwan dan Drs Agus Adji Samekto MM.
  9. Dengan berlakunya UU No.16 Tahun 2003 Tentang Yayasan yo UU No.28 Tentang Perubahan UU No.16 Tentang Yayasan, pemerintah melakukan penataan struktur kepengurusan Yayasan terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Pengurus, dan Dewan Pengawas.
  10. Oleh karena itu pada tanggal 28 Agustus 2008 dilakukan penyesuaian struktur Yasbinmar menjadi Yayasan Bina Kemaritiman Indonesia disingkat Yasbinmar dengan susunan pengurus sebagai berikut :
    • Dewan Pembina :
  1. Soendoro STr (Alumni AMNI angkatan I)
  • Dewan Pengurus terdiri dari :

Ketua : H. Soejanto Ssos (Alumni AMNI angkatan V)

Sekretaris : Drs.Agus Adji Samekto MM (Alumni AMNI angkatan XIX)

Bendahara : Teguh Rahardjo Spel (Alumni AMNI angkatan V)

  • Dewan Pengawas :

Ketua : H. Edy Soeprapto BA (Alumni AMNI angkatan II)

Anggota : H.Banu Santosa BA (Alumni AMNI angkatan I)

St. Oei Yong Kwan BA (Alumni AMNI angkatan III)

Sarana Perkuliahan

Tempat perkuliahan angkatan I sampai dengan angkatan ke V di Panti Marhaen tahun 1963 – 1967.

Pada tahun 1967 – 1984 pindah dan kontrak di Gedung SMP Jl. Mugas Atas sampai dengan angkatan XXI. Pada waktu penerimaan Taruna baru angkatan ke XII, AMNI menerima pelimpahan taruna dari manajemen AIM yang membubarkan diri.

Pada tahun 1984 dari hasil patungan para alumni pada waktu itu berhasil membeli tanah seluas 3.000 M2 berikut pembangunan gedung berlantai 2 terdiri dari 6 ruang kelas yang sekarang menjadi Kampus Biru.. Sejalan dengan meningkatnya animo masuk ke AMNI, perluasan dan pembangunan kampus dilaksanakan dalam beberapa tahapan, dana diperoleh melalui kerjasama dng pihak perbankan. Perluasan/pembangunan sarana perkuliahan meliputi :

  1. Menyambung bangunan pertama, sehingga ruang kuliah menjadi 12 kelas (Gedung Marore) dan 2 ruang di lantai 3 digunakan untuk Pimpinan dan Staf.

Dalam rangka memanfaatkan gedung serta menambah pemasukan, pada tahun 1986 Yayasan mendirikan SMA Gita Bahari.

  1. Tahap berikutnya membangun 3 buah gedung yang digunakan untuk :
  2. Bengkel Tehnik Permesinan
  3. Gedung berlantai 3 untuk laboratorium, dan Perpustakaan (Gedung Wetar)
  4. Gedung berlantai 3 untuk auditorium, ruang rektorat dan ruang kuliah.

Namun tahun 1997 bersamaan waktu kredit dari bank cair, terjadi krisis moneter, sehingga dana yang direncanakan untuk membangun 3 buah gedung, hanya cukup untuk membangun gedung perbengkelan dan gedung laboratorium dan perpustakaan (Gedung Wetar).

  1. Pada waktu itu dunia pendidikan Maritim menghadapi permasalahan yang cukup berat yaitu peraturan IMO tentang batas waktu pemenuhan persyaratan pendidikan.

Berdasarkan ketentuan STCW 1978, selambat-lambatnya bulan Agustus 1998 setiap badan pendidikan maritim harus memiliki perangkat laboratorium Simulator Radar Arpha dan GMDSS, serta laboratorium Bahari. Peralatan tersebut sangat mahal harganya dan tak terjangkau oleh pendidikan maritim swasta. Namun demi mempertahankan eksistensi Kampus Biru dalam mencetak kader maritim demi kemajuan Indonesia sebagai negara maritim, Yasbinmar berusaha untuk kembali mendapatkan bantuan kredit bank guna membeli peralatan tersebut, sehingga AMNI dapat memenuhi persyaratan STCW.

  1. Pada tahun 2010 Yasbinmar menjalin kerjasama kali ini dengan Bank BTN Jawa Tengah, memperoleh kucuran kredit untuk membangun Auditorium guna menambah/melengkapi sarana akademik, dan atas rahmat Tuhan YME auditorium tersebut dapat diresmikan penggunaannya pada tanggal 6 Januari 2012.

Peningkatan Jenjang Pendidikan

Memperhatikan perkembangan dan modernisasi disegala bidang serta tuntutan kebutuhan stake holder akan tenaga kerja yang trampil dan berwawasan sarjana, maka banyak tenaga sarjana non basis pendidikan maritim direkrut oleh perusahaan yang bergerak dibidang maritim, ibaratnya rumah kita dihuni oleh orang lain. Melihat kenyataan tersebut maka walaupun mendapatkan hambatan yang cukup berat, bersama jajaran AMNI Yasbinmar berhasil meyakinkan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah tentang pentingnya pendidikan setara S 1 di bidang maritim dan transportasi.

Dengan rekomendasi Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, permohonan izin pendirian program S 1 diteruskan pengajuannya ke Direktorat Jendral Perdidikan Tinggi di Jakarta. Usaha mati-matian tersebut membuahkan hasil, dan pada tahun 2000 berdirilah sebuah Pendidikan Tinggi Maritim dan Transpor di Semarang, Jawa Tengah dengan nama Sekolah Tinggi Manajemen dan Transpor “AMNI” dipimpin oleh Drs.Agus Aji Samekto MM sebagai Ketua STMT “AMNI”

Pada saat berlangsungnya reformasi di bidang pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas, pemeritah menyarankan agar kalangan pendidikan tinggi yang sejenis untuk melakukan merger. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Yasbinmar, sehingga pada tahun 2007 terjadi penggabungan antara manajemen AMNI dan manajemen STMT menjadi Sekolah Tinggi Maritim dan Transport “AMNI”

  1. Jenjang Pendidikan D III :
  • Jurusan Katatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan;
  • Jurusan Nautika; dan
  • Jurusan Tehnika.
  1. Jenjang Pendidikan S.1 Manajemen Transportasi dengan konsentrasi :
  • Transportasi Laut;
  • Transportasi Udara; dan
  • Transportasi Darat.

Pengakuan Pemerintah dan Lembaga Internasional

  • Untuk jenjang pendidikan III Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan, serta jenjang pendidikan S.1 Manajemen Transpor telah terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional perguruanTinggi (BAN PT).
  • Sedangkan jenjang pendidikan III Program Studi Nautika dan Tehnika telah mendapatkan Approval dengan terbitnya Certificate Of Complaiment (COC) dari International Maritime Organization (IMO), dan terakreditasi oleh BAN PT, serta pengakuan dari Badan Diklat Laut Direktort Jendral Perhubungan Laut.
  • STIMART “AMNI” juga telah mendapatkan Sertifikat ISO 90

Program Yasbinmar

Sesuai dengan Maket Kampus Biru dengan berbekal luas tanah yang ada pembangunan kampus biru akan tetap diteruskan. Yasbinmar juga akan melakukan langkah-langkah inovasi sesuai dengan fungsinya, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan Karyawan, Dosen, dan Guru yang berada dibawah naungan Yasbinmar.

Diharapkan partisipasi aktif oleh segenap jajaran civitas akademika dan para alumni dimanapun berada untuk secara iklas bersama-sama bekerja dan bekerjasama untuk kemajuan dan kejayaan almamater tercinta

IKANI STIMART AMNI

SEJARAH BERDIRINYA IKATAN ALUMNI AMNI

Sebelum dibentuknya Ikatan Alumni AMNI, para alumni yang berada di Semarang dan di Jakarta telah sering mengadakan pertemuan dalam rangka silaturahmi guna mempererat rasa persatuan antar sesama alumni dan keluarganya, Pertemuan tersebut diadakan secara periodik dan bergilir dirumah para alumni. Pada pertemuan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang diikat dengan acara arisan. Dari kegiatan itulah akhirnya di Semarang dibentuk Ikatan Alumni AMNI yang pada waktu itu ditunjuk Soejanto BA alumni angkatan ke 5 menjadi ketuanya, kemudian disusul di Jakarta diketuai oleh Glen Suparman alumni AMNI angkatan ke 3.

Gagasan membentuk Ikatan Alumni AMNI berskala nasional berasal dari Drs. R. Hartono Soerjopoetro SH yang pada waktu itu menjabat sebagai Direktur Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI) Semarang. Gagasan tersebut terinspirasi adanya PP No. 30 tahun ….dimana dalam salah satu pasalnya menerangkan bahwa “….dapat dibentuk Ikatan Alumni sebagai wadah kegiatan bagi para alumni”.

Gagasan tersebut disampaikan kepada Edi Soeprapto BA alumni angkatan ke 2 yang pada waktu itu bekerja pada PT.Gesuri Lloyd dan menjabat sebagai Kepala Cabang di Cilacap. Hal serupa juga disampaikan kepada Teguh Rahardjo BA alumni angkatan ke 5 yang bekerja di PT.Samudera Indonesia di Jakarta. Ternyata gagasan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari para alumni, sehingga akhirnya terjalin komunikasi yang intensif antara Direktur AMNI dengan Edi Soeprapto, BA yang sudah pindah sebagai Kepala Cabang PT.Gesuri Lloyd Semarang, dan Soejanto, BA selaku Ketua Ikatan alumni Amni di Semarang, serta Teguh Rahardjo, BA selaku Sekretaris Ikatan Alumni AMNI Jakarta.

Akhirnya gagasan tersebut direalisir pada tanggal 13 September 1981 dengan menggelar Musyawarah Kerja Ikatan Alumni AMNI I (Mukeral) yang diselenggarakan oleh Edi Soeprapto BA di kantor PT.Gesuri Lloyd Cabang Semarang Jl. Gelatik No.1 Semarang.  Mukeral I dihadiri oleh 19 orang perwakilan yang masing-masing terdiri dari; 8 orang perwakilan dari Semarang; 5 orang perwakilan dari Jakarta; 4 orang perwakilan dari Cilacap, dan seorang perwakilan dari Samarinda.

Hadir juga dalam upacara pembukaan Mukeral I, Drs. R. Hartono Soerjopoetro SH selaku Direktur AMNI dan Aboe Syarifin selaku Ketua Harian Yayasan Pembina Kemaritiman Indonesia (Yasbinmar).  Dalam acara pembukaan Mukeral tersebut beliau menyampaikan hal-hal yang intinya sebagai berikut :

Drs. R. Hartono Soerjopoetro SH :

  • Mukeral merupakan upaya konsolidasi organisasi dalam rangka menyusun Kepengurusan Ikatan Alumni AMNI Pusat.
  • Menyusun Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga IKANI
  • Menyusun program kerja menyangkut program jangka pendek yaitu penyelenggaraan Dwi Dasa Warsa AMNI dan Wisuda, sedangkan program jangka panjang; pengembangan AMNI selanjutnya dalam bidang akademik, prasarana, dan ketarunaan.

Aboe Syarifin :

  • Sektor kemaritiman merupakan sector yang urgent dan mempunyai prospek yang baik.
  • Dikalangan masyarakat daya tarik pendidikan maritim khususnya AMNI sangat besar, namun AMNI sendiri belum memiliki sarana yang memadai yaitu gedung perkuliahan sebagai kampus.
  • Yayasan yang ada dirasa belum efektif, akibatnya dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain keadaan AMNI semakin ketinggalan.
  • Untuk mengatasi hal tersebut diatas serta untuk mendorong kemajuan maka pada tahun 1981 manajemen Yasbinmar menyerahkan sepenuhnya kepada para alumn
  • Untuk memperkuat Yayasan, perlu melakukan upaya penggalian dana dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jalannya Persidangan

Sidang Pleno I

Musyawarah dimulai setelah upacara pembukaan dengan membuka Sidang Pleno I dipimpin oleh Drs. R. Hartono Soerjopoetro SH sebagai pimpinan sidang sementara, bertugas memilih Ketua Sidang dari perwakilan yang hadir. Yang terpilih sebagai Ketua Sidang adalah Drs.Fauzan Hamidhy alumni angkatan 1 perwakilan dari Semarang, dan Teguh Rahardjo angkatan ke 5 perwakilan dari Jakarta sebagai Sekretaris.

Selanjutnya sidang pleno dipimpin oleh Ketua dan Sekretaris, membahas rancangan Tata Tertib, yang secara aklamasi disetujui menjadi Tata Tertib Mukeral I. Demi mengoptimalkan waktu karena Musyawarah dilaksanakan hanya sehari serta mengingat banyaknya permasalahan yang hendak di bahas, maka pada sidang pleno I segera membentuk Komisi A yang membahas masalah Organisasi dan Komisi B membahas Program Kerja.

Sidang Komisi A berlangsung dari jam 11.00 – 14.00 dihadiri oleh 9 orang perwakilan terdiri dari 4 orang perwakilan dari Semarang, 3 orang perwakilan dari Jakarta, dan 2 orang perwakilan dari Cilacap. Komisi A dipimpin oleh M. Djuned Yus sebagai Ketua dan Banu Santosa BA sebagai Sekretaris. membahas kerangka dan isi rancangan AD/AR, dan menyusun personel Kepengurusan IKANI Pusat.

Sidang Komisi B berlangsung dari jam 11.00 – 14.00 dihadiri oleh 5 orang perwakilan terdiri dari 2 orang perwakilan dari Semarang, 1 orang perwakilan dari Jakarta, dan 2 orang perwakilan dari Cilacap. Sidang dipimpin oleh St. Oei Yong Kwan BA sebagai ketua sidang dan Soeroto Soerjo sebagai sekretaris, membahas kerangka dan isi rancangan program kerja. Sidang komisi berjalan lancar dan dinamis diwarnai dengan berbagai masukan, saran dan usulan dalam menyempurnakan topik materi yang dibicarakan.

Sidang Pleno II

Dibuka pada jam 14.30 dengan agenda mendengarkan laporan hasil sidang masing-masing Komisi. Laporan Komisi A disampaikan oleh Banu Santosa, BA, sementara laporan hasil sidang komisi B disampaikan oleh St. Oei Yong Kwan, BA. Laporan hasil sidang komisi mendapatkan tanggapan, koreksi dan usulan dari peserta sidang dalam rangka menyempurnakan hasil sidang yang akan menjadi pedoman dan acuan kerja bagi Ikatan Alumni AMNI baik tingkat Pusat maupun Cabang.

Akhirnya hasil-hasil sidang komisi dapat diterima maksimal dan dianggap cukup dengan catatan Pengurus IKANI Pusat terpilih berkewajiban segera menyempurnakan redaksinya, untuk kemudian hasil keputusan Mukeral I tersebut segera dikirimkan ke masing- masing Cabang IKANI.

Susunan Pengurus IKANI Pusat

Pada sidang pleno II terjadi perdebatan masalah susunan pengurus IKANI Pusat yang pada waktu pembacaan laporan hasil sidang Komisi A terjadi perubahan susunan Ketua dan Wakil Ketua. Hasil sidang komisi A menyebutkan; Ketua IKANI Pusat Banu Santosa BA, Wakil Ketua Subadi Slamet Rijoto, tetapi oleh pelapor dibaca; Ketua Subadi Slamet Rijoto, Wakil Ketua Banu Santosa BA. Hal tersebut mendapatkan sanggahan terutama dari para peserta sidang komisi A.

Demikian juga usulan agar Soejanto ditempatkan sebagai wakil ketua IKANI Pusat ditolak karena yang bersangkutan sudah menduduki jabatan  sebagai Ketua IKANI Cabang Semarang. Akhirnya sidang pleno II memutuskan susunan personel pengurus IKANI Pusat tetap sesuai dengan hasil sidang komisi, B sebagai berikut :

  1. Ketua :  Banu Santosa,, BA (Alumni angkatan I)
  2. Wakil Ketua :  Subadi Slamet Rijoto, BA (Alumni angkatan I)
  3. Sekretaris I :  Soegito Sn, BA (Alumni angkatan II)
  4. Sekretaris II :  Soemarsono, BA (Alumni angkatan I)
  5. Bendahara :   Sisjani, BA (Alumni angkatan III)

Dengan disahkannya hasil musyawarah sebagai Keputusan Mukeral I yang menetapkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga IKANI dan terbentuknya IKANI Pusat yang berkedudukan di Semarang, maka secara otomatis yang berada di daerah menjadi Ikatan Alumni AMNI Cabang, yaitu ; IKANI Cabang Semarang diketuai oleh Soejanto BA, IKANI Cabang Jakarta diketuai oleh Glen Suparman BA, dan IKANI Cabang Cilacap diketuai oleh M. Radji BA. Gema Mukeral I terus berkumandang di seluruh Indonesia, yang demikian itu merangsang para alumni di daerah masing-masing  membentuk Ikatan Alumni AMNI antara lain Bandung, Batam, Banjarmasin, Surabaya dan lain-lain.

Daftar Penyunting Buku Sejarah YASBINMAR Dan STIMART “AMNI”

Semarang, 9 September 2011

  1. Soendoro, STr . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
  2. Banu Santosa, BA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
  3. Fauzan Hamidhy . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
  4. Edi Soeprapto, BA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
  5. Soejanto Ssos, MM, Dipl.IFF . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
  6. Agus Aji Samekto, MM . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
  7. Teguh Rahardjo S.Pel . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Para Pimpinan AMNI 

 Tahun 1963 – 1966 : Drs. Toeloes Soedarjo (Direktur AMNI)

  1. Tahun 1966 – 1967 : Ir.  Basuki (Direktur AMNI)
  2. Tahun 1967 – 1974 : M. Soegiono (Direktur AMNI)
  3. Tahun 1974 – 1978 : Drs. R Soewardi (Direktur AMNI)
  4. Tahun 1978 – 1996 : Drs. R. Hartono Soerjopoetro SH (Direktur AMNI)
  5. Tahun 1996 – 2004 : Sudijono, SIP.Msi (Direktur AMNI)
  6. Tahun 2000 _ 2007 :Drs. Agus Aji Samekto, MM ( Ketua STMT – AMNI )
  7. Tahun 2004 – 2007 : Drs. Kadar Soeratno (Direktur AMNI)
  8. Tahun 2007 – 2011 : Sajoga M.Eng ( Ketua STIMART – AMNI )
  9. Tahun 2011 – : Ir. Siswadi, MT ( Ketua STIMART – AMNI )

Daftar Perwakilan Alumni Yang Hadir Pada Mukeral I 1981

Perwakilan dari Semarang :

  1. Soendoro BA
  2. Edi Soeprapto BA
  3. Banu Santosa BA
  4. Fauzan Hamidi
  5. Karsidi Budi Anggoro BA
  6. Oei Yong Kwan BA
  7. Sisjani BA
  8. Soejanto BA
  9. Prijo Hardono

Perwakilan dari Jakarta :

  1. Djuned Yus BA
  2. Teguh Rahardjo BA
  3. Mudijono
  4. Slamet Supangat
  5. Soeroto Soerjo

Perwakilan dari Cilacap :

  1. Radji BA
  2. Soegijono
  3. Irawati Soertini BA
  4. Susiana BA

Perwakilan dari Samarinda :

  1. Darlis BA

Daftar Hadir Sidang Komisi I Organisasi

Ketua              : M.Djuned Yus BA

Sekretaris        : Banu Santosa BA

Anggota          : Soejanto BA

Drs. Fauzan Hamidi

  1. Sisjani BA

2. Slamet Supangat

3. Mudijono

4. Sugijono

5. Ny.Susiana BA

Daftar Hadir Sidang Komisi II Program Kerja

Ketua              : St.Oei Yong Kwan BA

Sekretaris        : Soeroto Soerjo

Anggota          : Karsidi Budi Anggoro BA

M.Radji BA

Ny.Irawati Surtini BA

Daftar Hadir Sidang Pleno II

  1. Fauzan Hamidi
  2. Teguh Rahardjo BA
  3. Banu Santosa BA
  4. Karsidi Budi Anggoro BA
  5. Djuned Yus BA
  6. Sisjani BA
  7. Mudijono
  8. Radji BA
  9. Soejanto BA
  10. Soeroto Soerjo
  11. Darlis BA
  12. Slamet Supangat